Sabtu, 17 Agustus 2013

Jejaring Sosial, Baik atau Burukkah untuk Generasi Muda?

Tugas Essay Bahasa Indonesia
Saat saya sedang tertawa cekikikan sendiri sambil menatap layar smartphone selagi menunggu pesanan Pizza saya, seorang Ibu dengan anak 4 tahunan memandangi saya skeptis. Lalu si anak bertanya “Ma, kenapa kakaknya ketawa sendiri? Kakaknya gila ya ma?” sayapun terhenyak karena yang menunggu pesanan hanya kami bertiga. Kemudian dengan lembut sang Ibu menjawab “Bukan dek, kakaknya itu ketawa-ketiwi gara-gara ngeliatin twitter di hapenya. Kayak kakakmu dirumah, suka ketawa sendiri kalo udah liatin hape.” Dengan polosnya si bocah imut itupun berkata “Ternyata sekarang anak-anak muda banyak yang suka ketawa sendiri kayak orang gila cuma gara-gara hape ya ma.”.
Jawaban sarkastik bocah yang mungkin masih taman kanak-kanak itupun membuat saya tersindir dan sadar. Tapi memang begitulah kenyataan yang sedang dihadapi dunia. Dewasa ini penggunaan fasilitas koneksi super canggih untuk menghubungkan beberapa orang di seluruh dunia yang kemudian dikenal dengan nama jejaring sosial menjadi trending topic di seluruh dunia. Menawarkan banyak fasilitas asik dan menarik seperti chatting, berbagi foto, berbagi video dll dengan cara yang sangat mudah, jejaring sosial langsung menjadi kebutuhan manusia untuk berinteraksi ke dunia luar dengan cara yang menyenangkan. Banyak pengguna mengatakan jejaring sosial mempertemukan mereka dengan kawan lamanya, memperkenalkan mereka dengan banyak orang baru dari seluruh dunia. Jejaring sosial yang paling terkenal saat ini adalah Twitter.
Negara tercinta Indonesia adalah negara ketiga sebagai pengguna Twitter terbanyak di dunia. Survey menunjukkan lebih dari 60% pengguna jejaring sosial di Indonesia adalah para remaja dan rata-rata menghabiskan 35 jam dalam seminggu untuk berkutik didepan laptop, komputer atau smartphone hanya untuk update di dunia maya. Bisa dibanyangkan betapa 60% dari remaja-remaja negara tercinta kita menghabiskan 35 jam dalam seminggu hanya untuk berupdate ria di dunia maya yang bahkan tidak menjamin apa-apa untuk masa depan mereka. Jejaring Sosial sebagai tempat untuk menuliskan atau mencurahkan uneg-uneg seseorang, belakangan memang dianggap oleh sebagian orang tidak ubahnya sebagai pengganti diary. Orang bebas untuk menuliskan atau membagikan apa saja.


Dengan beragam fasilitas yang ditawarkan oleh jejaring sosial, banyak sekali keuntungan yang bisa dipetik. Seperti memperluas pertemanan dan wawasan, menambah kreativitas, bahkan bisa menghasilkan uang seperti menjadi pengusaha online. Tapi jika penggunaannya tidak terkontrol maka jejaring sosial hanya membuat kita menjadi kecanduan dan lupa akan dunia nyata, seperti: mengabiskan detik-detik berharga yang tidak bisa terulang lagi hanya dengan ‘mantengin’ layar laptop atau smartphohe, kurangnya interaksi dengan dunia nyata, cyber-bullying, berkurangnya waktu belajar secara drastis, mata menjadi cepat lelah, otak terkena radiasi dari laptop ataupun smartphone dan masih banyak lagi.

Menjadi gaul, banyak wawasan, pertemanan luas dan disiplin waktu merupakan keingiann setiap individu. Menurut pendepat penulis, mempunyai beberapa akun di jejearing sosial itu penting. Apalagi banyak remaja-remaja seumuran kita menjadi sukses berkat bantuin jejaring sosial. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengatur waktu sebaik-baiknya, Tuhan Yang Maha Adil memberi kita 24 jam dalam sehari, jika diatur dengan baik maka hasil yang bisa didapat akan semakin memukau. Maka pergunakanlah waktu dengan baik, rajin belajar dan berdoa. Jangan sia-siakan masa muda dengan menjadi kuper karena terlalu takut untuk menggunakan jejaring sosial. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar