Tugas Essay Bahasa Indonesia
Saat saya sedang
tertawa cekikikan sendiri sambil menatap layar smartphone selagi menunggu
pesanan Pizza saya, seorang Ibu dengan anak 4 tahunan memandangi saya skeptis.
Lalu si anak bertanya “Ma, kenapa kakaknya ketawa sendiri? Kakaknya gila ya
ma?” sayapun terhenyak karena yang menunggu pesanan hanya kami bertiga.
Kemudian dengan lembut sang Ibu menjawab “Bukan dek, kakaknya itu ketawa-ketiwi
gara-gara ngeliatin twitter di hapenya. Kayak kakakmu dirumah, suka ketawa
sendiri kalo udah liatin hape.” Dengan polosnya si bocah imut itupun berkata
“Ternyata sekarang anak-anak muda banyak yang suka ketawa sendiri kayak orang
gila cuma gara-gara hape ya ma.”.
Jawaban
sarkastik bocah yang mungkin masih taman kanak-kanak itupun membuat saya
tersindir dan sadar. Tapi memang begitulah kenyataan yang sedang dihadapi
dunia. Dewasa ini penggunaan fasilitas koneksi super canggih untuk menghubungkan
beberapa orang di seluruh dunia yang kemudian dikenal dengan nama jejaring
sosial menjadi trending topic di
seluruh dunia. Menawarkan banyak fasilitas asik dan menarik seperti chatting,
berbagi foto, berbagi video dll dengan cara yang sangat mudah, jejaring sosial langsung
menjadi kebutuhan manusia untuk berinteraksi ke dunia luar dengan cara yang
menyenangkan. Banyak pengguna mengatakan jejaring sosial mempertemukan mereka
dengan kawan lamanya, memperkenalkan mereka dengan banyak orang baru dari
seluruh dunia. Jejaring sosial yang paling terkenal saat ini adalah Twitter.
Negara
tercinta Indonesia adalah negara ketiga sebagai pengguna Twitter terbanyak di
dunia. Survey menunjukkan lebih dari 60% pengguna jejaring sosial di Indonesia
adalah para remaja dan rata-rata menghabiskan 35 jam dalam seminggu untuk
berkutik didepan laptop, komputer atau smartphone hanya untuk update di dunia maya. Bisa dibanyangkan
betapa 60% dari remaja-remaja negara tercinta kita menghabiskan 35 jam dalam
seminggu hanya untuk berupdate ria di dunia maya yang bahkan tidak menjamin
apa-apa untuk masa depan mereka. Jejaring Sosial sebagai tempat untuk
menuliskan atau mencurahkan uneg-uneg seseorang, belakangan memang dianggap
oleh sebagian orang tidak ubahnya sebagai pengganti diary. Orang bebas
untuk menuliskan atau membagikan apa saja.
Dengan
beragam fasilitas yang ditawarkan oleh jejaring sosial, banyak sekali
keuntungan yang bisa dipetik. Seperti memperluas pertemanan dan wawasan,
menambah kreativitas, bahkan bisa menghasilkan uang seperti menjadi pengusaha
online. Tapi jika penggunaannya tidak terkontrol maka jejaring sosial hanya
membuat kita menjadi kecanduan dan lupa akan dunia nyata, seperti: mengabiskan
detik-detik berharga yang tidak bisa terulang lagi hanya dengan ‘mantengin’
layar laptop atau smartphohe, kurangnya interaksi dengan dunia nyata,
cyber-bullying, berkurangnya waktu belajar secara drastis, mata menjadi cepat
lelah, otak terkena radiasi dari laptop ataupun smartphone dan masih banyak
lagi.
Menjadi
gaul, banyak wawasan, pertemanan luas dan disiplin waktu merupakan keingiann
setiap individu. Menurut pendepat penulis, mempunyai beberapa akun di jejearing
sosial itu penting. Apalagi banyak remaja-remaja seumuran kita menjadi sukses
berkat bantuin jejaring sosial. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengatur
waktu sebaik-baiknya, Tuhan Yang Maha Adil memberi kita 24 jam dalam sehari,
jika diatur dengan baik maka hasil yang bisa didapat akan semakin memukau. Maka
pergunakanlah waktu dengan baik, rajin belajar dan berdoa. Jangan sia-siakan
masa muda dengan menjadi kuper karena terlalu takut untuk menggunakan jejaring
sosial.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar